Dekati China, Apple Suntik Pesaing Uber US$1 Miliar

VIVA.co.id – Apple telah mengucurkan investasi US$1 miliar ke penyedia layanan sewa transportasi berbasis online terbesar China, Didi Chuxing. Sebagai catatan Didi Chuxing yang sebelumnya bernama Didi Kuaidi merupakan penyedia layanan yang model bisnisnya mirip dengan Uber. Didi Chuxing menguasai pasar China dengan meraup 90 persen pangsa pasar layanan pemesanan kendaraan sewa melalui aplikasi.

Dikutip dari Business Insider, Jumat 13 Mei 2016, Didi Chuxing sebelumnya terus berupaya untuk meningkatkan pendanaan sampai pada valuasi US$25 miliar pada April lalu. Terkait dengan suntikan dari Apple tersebut, Didi Chuxing berharap bisa mengembangkan perfoma perusahaan.

"Kami sangat yakin akan mendapatkan manfaat satu sama lain pada produk, teknologi dan banyak level lainnya," kata Presiden Didi Chuxing, Jeal Liu.

Aksi korporasi itu tercapai tidak lama setelah tim eksekutif Didi Chuxing mengunjungi Chief Executive Officer (CEO) Apple, Tim Cook di markas pusar Apple di Cupertino,AS, 20 April lalu. Kesepakatan investasi itu terbilang cepat, sebab selesai dalam waktu beberapa pekan kemudian.

Terkait dengan ‘balas budi’ Didi Chuxing kepada Apple untuk bisa mendekatkan Apple dengan pemerintah China, Liu mengatakan jika diminta maka perusahaan akan berusaha membantu produsen iPhone tersebut.

"Pembuat kebijakan di China saat ini terus makin terbuka. Ada pondasi kuat yang bisa kami saling bantu sama lain dalam berbagai cara," ujarnya.

Sementara Tim Cook, dalam wawancara dengan Reuters mengakui, investasi dana ke Didi Chuxing itu diharapkan bisa membuka jalan Apple masuk ke pasar China. Diketahui selama ini Apple masih belum bisa maksimal di pasar Negeri Tirai Bambu tersebut.

"Kami sedang membuat investasi untuk sejumlah alasan strategis, termasuk peluang untuk lebih mendalami segmen tertentu dari pasar China," kata Cook.

Didi Chuxing mengharapkan dengan suntikan Apple itu bisa memperluas pasar perusahaan. Didi saat ini beroperasi lebih dari 400 kota di China, kemudian telah mencetak lebih dari 14 juta pengemudi yang terdaftar pada platform tersebut. Didi Chuxing mengatakan dalam sehari trafiknya mencapai 11 juta penumpang, angka itu terbilang masih kecil di pasar China.

"Saat Anda melihat penetrasi (pasar ini), itu hanya 1 persen di China, meskipun dengan 11 juta pengendara," kata Liu.

Respons Uber

Menanggapi investasi Apple kepada kompetitornya di China, CEO Uber, Travis Kalanick menanggapinya dengan santai.

Melalui akun Twitternya, dikutip dari CNBC, bos Uber itu menyinggung bos Apple, dengan mengatakan cukup 'berbahagia' dengan investasi itu. Sebab pacarnya, Gabi Holzwarth, punya saham di Apple. Dengan demikian, secara langsung pasangannya tersebut juga ikut berinvestasi ke pesaing Uber. Ia menuliskan ucapan terima kasih ke Cook.

Memang investasi Apple itu bukan kabar bagus bagi Uber dalam menggarap pasar China. Sebagai catatan, Uber juga sedang berjuang di pasar China. Secagai catatan, pada Februari lalu, Uber kehilangan lebih dari US$1 miliar setahun di pasar China

"Pacar saya punya saham Apple yang membuatnya sebagai investor Didi, #Smh #ridesharewars #domesticissues #thanksALotTim," tulis dia.

 

 

 

© VIVA.co.id

Sebelumnya Selanjutnya