Temuan BNN, Hampir Setiap Sekolah di Banjarbaru Ada Selusin Siswanya yang Konsumsi Narkoba

TRIBUNNEWS.COM, BANJARBARU - Dalam satu sekolah di Kota Banjarbaru, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Banjarbaru menemukan 12 pelajar perempuan mengonsumsi carnophen atau zenith.

Data ini, diungkap Kasi Pencegahan BNN Banjarbaru, Agus Winarti.

“Setiap SMP, SMA ada indikasi pengguna narkoba. Tiap sekolah rata-rata belasan hingga puluhan siswa. Bahkan di satu sekolah, ada sebanyak 12 pelajar perempuan yang memakai zenith,” kata Agus Winarti.

Agus Winarti juga mengungkap parahnya masalah narkoba di kalangan pelajar Banjarbaru pada 2015-2016.

Deteksi dini terhadap satu sekolah SMP, dari 495 siswa yang pernah menggunakan narkoba sebanyak 87 siswa atau sekitar 17,57 persen.

Kepala BNNK Banjarbaru, Nor Fadillah, mengatakan, sejak aktif klinik rehabilitasi BNN Kota Banjarbaru pada Pebruari 2015 hingga awal 2016 sudah sebanyak 357 pasien rawat jalan rehabilitasi narkoba. Sebanyak 305 pasien di antaranya masuk klinik rehabilitasi pada 2015.

“Dari jumlah pasien klinik rehabilitasi, sebanyak 70 persen dari kalangan usia pelajar 10 tahun hingga 19 tahun. Malah ada siswa SMP usia 12 tahun sudah masuk klinik rehabilitasi BNN Banjarbaru,” kata Nor Fadillah.

Kondisi ini memicu keprihatinan dan menjadi fokus perhatian Wali Kota Banjarbaru, H Nadjmi Adhani, sehingga menggaungkan “Banjarbaru Kita” untuk berperang terhadap narkoba.

Seruan perang narkoba juga digaungkan oleh Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor, saat meresmikan gedung Sekolah Tinggi Farmasi (STF) Borneo Lestari di Jalan Kelapa Sawit Kelurahan Sungai Besar, Kecamatan Banjarbaru Selatan, Selasa (10/5/2016).

“Kita menyatakan berperang melawan bahaya peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Saya berharap anak-anak Sekolah Tinggi Farmasi aktif ambil bagian di garis depan memerangi narkoba,” kata Sahbirin. (sar)

Sebelumnya Selanjutnya