Proyek LRT Bakal Jadi Daya Tarik Properti di Cawang

Liputan6.com, Jakarta Pembangunan proyek moda transportasi massal light rail transit (LRT) Jakarta-Cawang-Cibubur yang kini sedang berlangsung diyakini akan memacu investasi properti di sepanjang lintasan kereta api ringan tersebut. Salah satunya Cawang yang kini menjadi kawasan pusat bisnis (central business district/CBD) tersibuk di Jakarta Timur.

Saat ini sejumlah gedung perkantoran, apartemen dan hotel pencakar langit sudah berdiri dan beroperasi di Cawang. Selain dukungan LRT dan busway, lokasinya yang dekat dengan Bandara Halim Perdanakusuma juga turut memacu geliat investasi properti di kawasan Cawang.

“Kehadiran berbagai infrastruktur transportasi seperti busway dan nanti LRT banyak membantu pengembangan proyek-proyek properti termasuk di Cawang. Kawasan ini juga memiliki akses jalan tol ke berbagai penjuru, serta dekat dengan Bandara Halim Perdanakusuma yang kini juga melayani penerbangan komersial,” ujar Director Head of Research and Consultancy Savills Indonesia Anton Sitorus, di Jakarta, Jumat (30/9/2016)

Terkait pengembangan LRT, menurut dia, sepanjang lintasan awal hingga akhir akan lebih cepat berkembang karena daya tarik untuk investasi properti cukup kuat. Tidak hanya untuk konsumen, namun juga pengembang akan berebut mencari lahan-lahan pengembangan di sepanjang lintasan LRT. Imbasnya, diperkirakan harga tanah dan properti akan terus tergerek.

“Begini, keberadaan infrastruktur seperti LRT akan mendorong terbukanya aksesibilitas dan mendorong kenaikan harga tanah dan properti rata-rata sekitar 15 persen-20 persen per tahun dalam jangka panjang,” papar Anton.

PT Adhi Karya Tbk selaku kontraktor proyek LRT menyebutkan pembangunan LRT hingga kini masih sesuai dengan jadwal.

Di tahap pertama yang sedang proses konstruksi, akan dibangun tiga lintasan (trase) yakni Koridor Cawang-Cibubur sepanjang 14,3 kilometer, Koridor Cawang-Bekasi Timur sepanjang 18,3 kilometer dan Koridor Ketiga Cawang-Dukuh Atas sepanjang 10,5 kilometer.

Khusus untuk rute Cawang-Cibubur ini, progress-nya hingga pertengahan September 2016 sudah mencapai lebih dari 10%. Ketiga lintasan tersebut ditargetkan beroperasi penuh pada 2019.

Stasiun LRT Cawang yang berada di Jalan MT Haryono Jakarta Timur menjadi titik awal ketiga trase LRT yang berangkat dari Jakarta menuju Dukuh Atas, Bekasi maupun Cibubur. Ini yang membuat kawasan tersebut semakin menjanjikan untuk investasi properti.

Direktur Utama PT Pikko Land Development Tbk, Nio Yantony, berpendapat dengan adanya Stasiun LRT di Cawang akan mempermudah masyarakat yang ditinggal di kawasan itu untuk menuju ke berbagai wilayah di Jakarta. Aktivitas ekonomi di sekitar Cawang dipastikan meningkat sekaligus menjadi sentimen positif bagi industri dan pertumbuhan investasi properti.

Dia menambahkan sebelum proyek LRT Cawang-Cibubur mulai dioperasikan pada akhir 2017, para pemilik unit apartemen di proyek Signature Park Grande yang dikembangkan Pikko Land telah dapat menghuni unit yang sudah dibeli. Untuk menara The Green Signature sudah dapat ditempati pada Juni 2017. Sedangkan unit menara The Light akan diserahterimakan mulai Desember 2016.

“Signature Park Grande berada di daerah sekitar titik awal perjalanan LRT Cawang sehingga merupakan peluang yang menjanjikan bagi enduser maupun investor properti” kata Nio Yantony yang ditulis Liputan6.com, Jumat.

Apartemen seharga Rp 700 juta ini hingga 1,6 miliar ini dikembangkan PT KSO Fortuna Indonesia, konsorsium anak usaha PT Pikko Land Development Tbk dengan PJM Group di atas lahan seluas 4,4 hektare yang berlokasi di jantung kawasan Cawang.

Sebelumnya Selanjutnya