Top 3: Ritual Seks Aa Gatot Terbongkar

Liputan6.com, Jakarta - Gatot Brajamusti tersangkut beberapa kasus. Mulai dari narkoba, kepemilikan satwa langka, hingga senjata api ilegal. Belum juga kasus-kasus itu beres, masalah lain yang tak kalah berat menyasar pria yang akrab disapa Aa Gatot ini. Kali ini soal dugaan pencabulan.

Selain itu, Jessica mengaku pernah dirayu Pamen Polda Metro Jaya, turut menyita perhatian banyak pembaca di Liputan6.com, terutama kanal News hingga Jumat (30/9/2016) pagi.

Berikut berita-berita terpopuler yang terangkum dalam Top 3 News.

1. Terkuaknya Ritual Seks Gatot Brajamusti

Rentetan kasus yang menimpa Ketua Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) Gatot Brajamusti terus bertambah. Mulai dari narkoba, kepemilikan satwa langka, hingga senjata api ilegal. Belum juga kasus-kasus itu beres, masalah lain yang tak kalah berat menyasar pria yang akrab disapa Aa Gatot ini.

Kali ini soal dugaan pencabulan yang dilakukan pria yang disebut-sebut menjadi guru spiritual di kalangan artis dan sejumlah orang penting di Tanah Air.

Dugaan itu berawal ketika seorang wanita muda berinisial C mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya, pukul 20.00 WIB, Kamis, 8 September 2016. Dia melaporkan dugaan pemerkosaan oleh Gatot.

"Kejadian itu pertama kali saat klien saya ini masih berumur 16 tahun 10 bulan. Saat itu tahun 2007 sampai 2011," ujar pengacara C, Sudharmono Saputra, di Mapolda Metro Jaya pada malam itu.

Menurut dia, akibat perbuatan pria yang biasa disapa Aa Gatot itu,‎ C melahirkan seorang bayi dari hubungannya dengan guru spiritualnya itu. Namun, Gatot tidak mau mengakui anak tersebut sebagai darah dagingnya.

"Akhirnya klien saya hamil dan punya anak, anaknya ini tidak pernah diakui oleh Gatot. Tapi Gatot pernah ngomong ke beberapa saksi kalau itu adalah anaknya," tutur Sudharmono.

Tak mau membuang waktu, polisi langsung menindaklanjuti laporan itu. Sampai saat ini, delapan orang sudah bersaksi. Mereka menyatakan Gatot memang seorang pemerkosa. Polisi sendiri sudah mengantongi beberapa keterangan dan bukti. Berkasnya segera diserahkan ke kejaksaan negeri.

"Hasil yang kami dapat dari pemeriksaan saksi-saksi signifikan, ada dua saksi lainnya yang mengaku melihat kejadian itu (pencabulan)," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono di Mapolda Metro Jaya, Kamis, 22 September 2016.

Selengkapnya...

2. Jessica Mengaku Pernah Dirayu Pamen Polda Metro Jaya

Terdakwa Jessica Kumala Wongso sempat emosional ketika menceritakan pengalamannya mendekam di Rutan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Padahal, sejak awal persidangan, ia tampak tenang.

Namun pada sidang lanjutan perkara dugaan pembunuhan Wayan Mirna Salihin yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Rabu malam, 28 September 2016, Jessica sempat terisak menceritakan hal tersebut.

Menurut pengakuan Jessica di depan majelis hakim, ia sempat menjalani hipnoterapi di ruangan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Krishna Murti.

"Itu sebelum saya jadi tersangka. Lagi BAP. Lalu saya diminta pergi ke ruangan lain, ada beberapa orang. Saya enggak pernah dikenalin siapa," tutur Jessica.

Ketika itu, ia bertemu dengan Kasubdit Jatanras yang saat ini menjabat Wakil Direkur Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Herry Heriawan. Jessica pun mengaku sempat diperiksa oleh Herry.

"Saya ingat ada Bapak Herry Heriawan. Saya disuruh duduk, ditanya-tanya beberapa pertanyaan. Tidak lama kemudian saya mendadak lemas. Saya ditanya, hanya boleh jawab pakai tangan, tidak boleh pakai mulut. Lama-lama saya tidak sadar total," ujar Jessica berurai air mata.

Selengkapnya...

3. 4 Cerita Jessica, Tidur Bersama Kecoak hingga Ditelanjangi Polwan

Ruang tahanan 2 x 1,5 meter di Polda Metro Jaya jadi saksi bisu penderitaan Jessica Kumala Wongso. Tak sendiri, dalam ruangan pengap tanpa ventilasi itu, Jessica ditemani kecoak, tikus, dan kalajengking.

Cerita pilu itu diungkap Jessica dalam sidang ke-26 kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu, 29 September 2016. Dengan suara lirih seraya menangis, ia memuntahkan kesedihannya.

Berikut tiga cerita pilu Jessica selama menjalani proses hukum:

Selengkapnya...

Sebelumnya Selanjutnya